Mungkin kalau Jokowi ( Gubernur DKI sekarang – red) tahu ada warung soto ini maka pasti akan mampir untuk mencobanya, memang kita semua mengetahui bahwa Jokowi sangat suka musik cadas atau beraliran metal. Usaha kuliner soto saat ini cukup ketat. Sejumlah terobosan diterapkan pemilik usaha soto agar bisa tampil beda serta menjadi target konsumen. Seperti halnya dilakukan Sugeng Raharjo yang membuka warung soto di Jalan Patehan Tengah, Yogya.
Sugeng membuka usaha kuliner soto dengan diberi nama ‘Soto Metal’. Mengapa menggunakan kata metal? Pasalnya, satu porsi soto diberi cakar ayam dan di salah satu jari pada cakar tersebut dilipat (ditekuk), sehingga mirip simbol salam metal. Selain itu di warung soto biasa ada iringan musik, baik rock maupun slowrock meski volumenya tak terlalu keras.
“Kalau memilih musik terlalu metal, kami takut pembeli malah akan pusing dan tidak bisa menikmati soto. Karenanya kami memilih iringan musik ‘keras’ namun tetap slow sembari bisa menikmati lezatnya hidangan soto,” papar Sugeng, Minggu (10/02/2013).
Dijelaskan, satu jari pada cakar ayam dilipat saat masih mentah. Jika dilipat setelah dimasak lebih sulit dan rawan patah. Ketika ada pembeli ‘alergi’ cakar ayam, maka tak diberi cakar ayam tapi irisan dagingnya diperbanyak.
Selain cakar, tambahan pada seporsi Soto Metal sama seperti soto pada umumnya seperti mi bihun, irisan daging ayam, seledri, bawang merah goreng dan tauge. Jam buka warung dari pukul 07.00 sampai 14.00 WIB. Dan yang tak kalah metal dari warung ini adalah slogannya, yakni Dongkrak Semangatmu!
“Disantap pagi hari maupun siang hari, masakan soto nikmat. Harganya hemat seperti di sini hanya Rp 5 ribu satu porsinya. Semoga juga bisa menambah semangat,” imbuh Sugeng di akhir perbincangan.