Posted February 25, 2013 by wisata in EVENT
 
 

Elaborasi Dua Budaya Di Jantung Kota Yogyakarta

JogjaPicnic
JogjaPicnic

Dalam rangka merayakan sewindu Pekan Budaya Tionghoa, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama masyarakat Tionghoa kembali mengadakan sebuah pekan budaya di Kampoeng Ketandan, Malioboro. Bedanya, perayaan sewindu ini dilangsungkan selama 5 hari berturu-turut. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya di langsungkan selama 3 hari. Pada hari Sabtu tanggal 24 Februari 2013, sebagai bagian dari pekan budaya tersebut, dibuatlah sebuah pawai yang sangat menarik perhatian hampir seluruh masyarakat Yogyakarta. Antusias masyarakat dibuktikan dengan padatnya jantung kota Yogyakarta oleh lautan manusia yang bermaksud menonton pawai. Start pawai atau karnaval ini di taman parkir Abubakar Ali dan berakhir di Titik Nol Kilometer. Dari pawai pekan budaya Tionghoa ini, dua hal menarik yang berhasil masuk MURI adalah Naga Barongsai dengan panjang 132 meter dan gunungan kue keranjang. Gunungan kue keranjang ini menyimbolkan dua budaya yang berelaborasi secara indah. Suatu hal yang unik yang menyimpulkan bahwa Yogyakarta adalah tempat yang damai dan ramah hingga mampu menyatukan dua budaya yang berbeda. Euforia masyarakat yang saat itu tumplek blek di Titik Nol Kilometer Yogyakarta dapat dirasakan sangat besar.

Penampilan terakhir dalam karnaval atau pawai pekan budaya Tionghoa ini adalah pertunjukkan drum band oleh TNI AU. Pesta kembang api di Titik Nol Kilometer menutup karnaval pada malam itu. Elaborasi dua budaya yang sudah bersahabat sejak lama itu dirayakan dengan sangat indah. Kesuksesan ini semua tidak luput dari peran serta pemerintah daerah, komunitasTionghoa, dan masyarakat Yogyakarta yang multikultural serta keramahan yang menjadi cirri khas mereka. (N)

Komentar Anda

komentar facebook


wisata

 
Wisata Piknik ke Jogja Baca dulu JogjaPicnic