Posted February 18, 2013 by wisata in PICNIC SEPUTAR JOGJA
 
 

Berani Jelalahi Gua Jomblang ?

jogjapicnic_guajomblang1

Karena bentuknya yang vertikal, traveler harus masuk ke dalam perut gua jomblang ini ini hanya dengan satu tali, Anda berani?,  Jangan kawatir karena untuk masuk objek wisata ini Anda akan dibantu oleh tim profesional yang sudah disediakan oleh penduduk setempat bekerjasama dengan pemda Wonosari.

Perjalanan menyusuri sebuah gua sering menghadirkan kejutan dan tantangan bagi penakluknya. Kontur dan bentuk gua yang berbeda-beda memengaruhi juga bentuk petualangan yang harus Anda lakukan saat menyususrinya.

Gua Jomblang dan Grubuk terletak di Kecamatan Semanu Kabupaten Gunug Kidul DIY, 17 Km dari Wonosari atau sekitar 2,5 jam dari Kota Jogja dengan mengendarai mobil. Kedua goa ini merupakan gua yang bertipe perpaduan antara goa vertikal dan horizontal. Letak gua yang berada di tengah areal persawahan dengan jalan sempit, belum beraspal dan berbatu-batu sepanjang sekitar 2 km dari gua tersebut membuat tempat ini belum begitu banyak terjamah orang kecuali para Pencinta Alam yang melakukan penelusuran gua. Karena kondisi alamnya yang menantang dan keindahan di dalamnya, gua ini sempat menjadi lokasi syuting Amazing Race. Gua Jomblang dan Grubug merupakan gua yang biasa di sebut luweng karena bentuknya yang seperti tungku. Pada bagian bawah gua mengalir sungai bawah tanah yang merupakan terusan dari sungai Kalisuci yang merupakan objek wisata karst dan cave tubing. Untuk menjelajahi perut bumi dengan menuruni gua vertikal  seperti Gua Jomblang dan Gua Grubug ini membutuhkan persyaratan khusus. Untuk mencapai dasar gua yaitu dengan  menggunakan alat SRT (Single Rope Technique), alat untuk menuruni dan menaiki medan vertikal dengan lintasan tali.
Gua Jomblang memiliki karakteristik luas pada bagian mulut gua yaitu dengan diameter sekitar 50 meter dengan sisi vertikal bervariasi antara 60- 90 meter. Jika Anda melihat dari atas gua maka akan terlihat bahwa gua tersebut seperti hutan bawah tanah karena memang bagian bawah Gua Jomblang ini cukup luas dan mendapat sinar matahari yang cukup sehingga banyak ditumbuhi pepohonan layaknya hutan yang lebat. Untuk mencapai dasar Gua Jomblang memang cukup sulit dan melelahkan. Namun begitu masuk, Anda akan menemui pemandangan yang menakjubkan. Di dasar gua, beberapa pohon tumbuh rimbun sedangkan pada bagian dinding kapurnya ditumbuhi oleh tanaman perdu. Sampai di dasar ini, Anda dapat beristirahat sebentar di sebuah bilik hasil bentukan alam. Seusai beristirahat, Anda  dapat meneruskan perjalanan dengan menelusuri lorong yang menghubungkan Gua Jomblang dengan Gua Grubug. Lorong ini cukup lebar dengan panjang sekitar 500 meter. Menelusuri lorong ini tidaklah terlalu sulit, karena telah ada jalan setapak yang terbentuk dari bebatuan yang disusun memanjang. Di ujung lorong yang juga menjadi dasar Gua Grubug, Anda dapat melihat keindahan luar biasa. Dua buah stalagmit besar berwarna hijau kecoklatan berdiri tegak di tengah dasar Gua Grubug. Jika Anda dapat mencapai dasar Grubug pada pukul 13.00 WIB, pemandangan sinar matahari yang menerobos kegelapan abadi di dasar Gua Grubug akan begitu menakjubkan. Sinar ini menyentuh sejumlah stalaktit dan stalagmit yang terbentuk oleh tetesan air selama ribuan tahun.

Komentar Anda

komentar facebook


wisata

 
Wisata Piknik ke Jogja Baca dulu JogjaPicnic